kunjungan industri RPL

kunjungan industri RPL
klas 2

Kamis, 09 Oktober 2014

Etika Menulis di Internet tugas softskill 1

Etika Menulis di Internet 

 Menulis di internet tidak boleh asal atau sesuka hati anda menulis di internet harus dengan etika – etikanya tersediri. Didalam dunia maya sendiri memiliki aturan – aturan atau kaidah – kaidah hukum menulis di internet baik itu secara tertulis maupun tidak tertulis.
Berikut ini adalah beberapa etika yang perlu kita ketahui dalam menulis etika di internet atau daunia maya :
1.       Gunakan kata – kata yang span
2.       Tidak mengandung unsur SARA
3.       Jangan menggunakan kata – kata yang kasar atau kata – kata yang menyinggung perasaan orang lain
4.       Menggunakan kalimat yang sesuai EYD
5.       Hindari informasi yang bersifat negatif
6.       Tulisan yang dibuat bukan hasil plagiat
7.       Tulisan haruslah bersifat fakta bukan kebohongan
8.       Tidak memanipulasi data
9.       Selalu memberikan sumber ketika mengambil tulisan orang lain atau dari web lain
10.   Berilah informasi yang berguna bagi pembaca
Negara kita pun telah membuat peraturan yg di cantumkan pada UUD pada tahun 2008.Aturan itu adalah Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.
Pada UU ITE perbuatan yang dilarang menyangkut isi tulisan tertuang pada BAB VII pasal 27 ayat satu sampai empat dan pasal 28 ayat satu dan dua.
Pasal 27
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatanperjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatanpenghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatanpemerasan dan/atau pengancaman.
Pasal 28
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk
menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Mengenai ketentuan pidananya tertuang pada BAB XI Pasal 45 ayat 1 dan 2
Pasal 45
(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1),
ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Dari sedikit ulasan diatas,ada baiknya mulai sekarang kita lebih berhati-hati lagi dalam menulis tulisan di internet ,karena akan berdampak buruk pada diri kita sendiri bahkan akan membawa kita kedalam jalur hukum yang serius,mulai sekarang marilah kita berhati-hati dalam menulis diinternet.
sumber :


Senin, 30 Juni 2014

Procedure menghitung SWR

SWR = [1 + Rc] / [1 - Rc]
Dimana:
  • RC = | [ZL - Zo] / [ZL + Zo] |
  • ZL = impedansi input antenna (beban)
  • Zo = impedansi saluran transmisi (coax, feeder, dll)
  • Bila ZL atau Zo merupakan bilangan imajiner atau khayal, maka ZL atau Zo ini merupakan magnitudo dari bilangan tersebut.
dalam program procedure pascal ini nilay ZL=50 dan ZO=100
listing program:
uses crt;
function besar (zo,zl : integer) : integer;
begin
besar:=zo ;
besar := zl;
end;
var
zo,zl: integer;
begin
clrscr;
write( ‘nilai zo  = ‘); readln(zo);
writeln;
write (‘nilai zl = ‘); readln(zl);
writeln;
write(‘vswr =’, zo/zl);
readln;
end.
 
output program


Rabu, 11 Juni 2014

Menghitung Nilai VSWR

Program Pascal Menggunakan Function
Listing Program
uses crt;
function besar (zo,zl : integer) : integer;
begin
besar:=zo ;
besar := zl;
end;
var
zo,zl: integer;
begin
clrscr;
write( ‘nilai zo  = ‘); readln(zo);
writeln;
write (‘nilai zl = ‘); readln(zl);
writeln;
write(‘vswr =’, zo/zl);
readln;
end.

DESKRIPSI PROGRAM :
Dalam program kali ini penulis membuat program sederhana dengan menggunakan bahasa pemograman PASCAL. Program yang dibuat kali ini menggunakan perintah function. Dalam program ini menjelaskan tentang program sederhana menghitung nilai VSWR (Voltage Standing Wave Ratio). Rumus untuk menghitung VSWR itu sendiri ialah :

dimana zo>zl
Pada program menghitung VSWR kali ini dicontohkan nilai zo= 40 dan zl = 20
Program pada pascal :

dan output programnya ialah :



Jumat, 25 April 2014

Flowchart Looping


TERJADINYA LOOPING PADA SAAT KONSUMEN MENELEPON CUSTOMER CARE SMARTFREN

PENJELASAN GAMBAR
Gambar diatas adalah menunjukkan terjadinya looping pada saat konsumen menelepon atau menghubungi Customer Care Smartfren, pertama konsumen menghubungi Customer Care ke nomer 888, kemuadian konsumen tersebut akan disuguhkan 8 menu utama, jika konsumen menekan tombol 1 pada Handphone  maka menu yang akan muncul adalah menu fitur dan pengisian pulsa, konsumen tidak memilih maka sistem akan lanjut ke menu kedua sama seperti sebelumnya jika konsumen menekan tombol 2 maka akan masuk ke dalam menu fitur dan tarif, jika tidak ditekan maka akan berlanjut ke menu selanjutnya yaitu tekan 3 konsumen dapat berbicara langsung dengan Custemer Service Smartfren, jika tidak memilih menu ketiga maka sistem akan berhenti atau end

Minggu, 16 Maret 2014

FLOW CHART

Deskripsi
Flowchart di bawah menunjukan bahwa looping terjadi karena adanya sebuah SMS yang masuk kedalam Inbox. Kondisi awal pada flowchart ini, sebuah ponsel dalam keadaan Standby. Kemudian pada kondisi kedua didapati sebuah SMS masuk dalam sebuah Inbox, namun jika tidak ada sebuah SMS masuk maka kondisi ponsel masih dalam keadaan Standby. Sebelum membuka Inbox, akan dipertanyakan sebuah kata kunci untuk membuka isi Inbox. Jika pemasukan kata kunci salah maka akan muncil pesan Error dan akan kembali kepada kondisi Standby, jika pemasukan kata kunci benar maka akan melanjutkan ke proses pembacaan SMS. Namun pembacaan SMS akan berlangsung jika kondisi ponsel tidak Error, jika terjadi Error pada pembacaan SMS maka akan kembali ke kondisi semula dimana ponsel dalam keadaan Standby.


Minggu, 24 November 2013

DEPRESIASI

Depresiasi dalam akuntansi biasa disebut juga sebagai penyusutan, apa sih penyusutan itu dan seberapa pentingkah arti sebuah penyusutan? penyusutan adalah proses penyisihan sejumlah uang (biaya) atas harta/aset yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan, atau bisa di artikan sebagai sejumlah biaya yang dikumpulkan dalam periode tertentu terhadap harta/aset yang dipakai dalam proses untuk mendapatkan pendapatan, akan tetapi ini bukan berarti pengumpulan sejumlah dana untuk mengganti aset.
perusahaan - perusahaan besar yang mempunyai sistem akuntansi yang bagus pasti sudah menyadari ini dan mempunyai metode penyusutan yang dipakai dalam kegiatannya, akan tetapi bagaimana dengan usaha kecil atau para “self employee”, saya lebih suka menyebutnya sebagai para profesional seperti fulltime marketer atau webpublisher apakah sudah mengenal dengan istilah aneh yang satu ini atau bahkan sudah menerapkanya?


sedikit ilustrasi tentang depresiasi / penyusutan, seorang pedagang tahu goreng yang berjualan tiap hari dia memperoleh laba Rp. 20.000,- berikut adalah teknik perhitungan yang dipakai oleh si pedagang untuk menghitung laba atau keuntungan tiap hari : harga jual 1 biji tahu goreng Rp 1000,- tiap hari dia berhasil menjual tahu ±100 buah, laba kotor diperoleh dengan rumus 1000 x 100 = Rp.100.000. (harga tahu x jumlah tahu terjual = laba kotor) berikut ini adalah cara untuk mengitung laba bersih, laba bersih = laba kotor - (harga beli tahu mentah + minyak goreng+bahan bakar untuk kompor), maka Rp.100.000 - (Rp.40.000+Rp.20.000+ Rp.20.000) = Rp. 20.000, jadi laba bersih yang diperoleh penjual tahu goreng tersebut adalah Rp.20.000, bagaimana dengan peralatan atau aset yang digunakan untuk memproduksi tahu seperti wajan dan kompor?? bukankah barang tersebut suatu saat akan rusak juga ??? dan tiap kali digunakan wajan dan kompor tersebut mengalami penurunan nilai dengan kata lain wajan dan kompor tersebut mengalami kerusakan sedikit demi sedikit hingga suatu saat tidak bisa dipakai lagi, dan sang penjual tahu harus membelinya lagi, seharusnya sang penjual tahu juga memasukkan biaya berkurangnya wajan dan kompor, biaya yang dikeluarkan untuk mengganti nilai berkurangnya wajan dan kompor inilah yang disebut sebagai biaya depresiasi atau biaya penyusutan, dengan begitu maka formula yang dipakai untuk menghitung laba bersih penjual tahu akan menjadi seperti ini, pendapatan kotor - (harga beli tahu mentah + minyak goreng + bahan bakar kompor + biaya penyusutan wajan & kompor) = laba bersih, maka Rp.100.000 - (Rp.40.000+Rp.20.000+Rp.20.000+Rp.250) = Rp.19.750. jadi laba bersih setelah dikurangi dengan biaya penyusutan menjadi Rp.19.750.
cara untuk menentukan besarnya biaya penyusutan atau biaya depresiasi ada beberapa metode karena contoh diatas perusahaan kecil menengah maka bisa menggunakan penyusutan garis lurus yaitu dengan menentukan berapa tahun wajan dan kompor tersebut dapat digunakan, berapa nilai sisa atau nilai residu dan harga beli dari kedua barang tersebut, misalkan wajan tersebut dapat dipakai sekitar 3 tahun, nilai sisa nya Rp.30.000, dan harga belinya Rp.300.000. maka biaya penyusutan = (harga beli - taksiran nilai sisa) ÷ taksiran umur kegunaan, dengan menggunakan rumus diatas dapat ditentukan nilai penyusutan untuk wajan dan kompor adalah (Rp.300.000 - Rp.30.000) ÷ 3 = Rp. 90.000, jika penjual tahu menghitung penghasilannya perhari maka Rp.90.000:12 (bulan ) = Rp.7.500:30(hari)=Rp.250, jadi biaya penyusutan perhari kompor dan wajan Rp.250 sehingga pada akhir tahun ketiga wajan dan kompor tersebut sudah habis masa pakainya akan tetapi si penjual tahu mempunyai uang Rp.300.000 ini merupakan total biaya penyusutan yang telah dikumpulkan selama 3 tahun, akan tetapi biaya penyusutan tidak dapat diartikan sebagai pengumpulan sejumlah dana untuk mengganti aset/aktiva/barang lama dengan aset yang baru, uang Rp.300.000 yang dipegang oleh si penjual tahu merupakan jumlah total biaya penyusutan (akumulasi biaya penyusutan) selama 3 tahun. bukan uang yang dikumpulkan selama 3 tahun untuk membeli wajan dan kompor baru.


Metode Garis Lurus menghitung besarnya depresiasi dengan anggapan bahwa sumbangsih suatu aktiva dalam membantu memperoleh penghasilan sama setiap tahunnya.
Saat mulai terhitung depreasiasi adalah sejak tanggal perolehan aktiva atau saat digunakan secara komersial.
Nilai sisa atau nilai residu dapat dikurangkan terhadap nilai perolehan aktiva tersebut, dan nilai sisa artinya nilai aktiva yang disusutkan pada akhir umur ekonomis..
Rumus menghitung depresiasi/tahun metode garis lurus :
Depresiasi/tahun = (Harga Perolehan-Nilai sisa)/umur ekonomis
Ilustrasi : PEMBELIAN AWAL TAHUN
Kendaraan dibeli tanggal 1 Januari 2006 seharga Rp. 80.000.000,- dengan nilai sisa Rp. 5.000.000, umur ekonomis 5 tahun.
Depresiasi/tahun = ( Rp.80.000.000-Rp8.000.000)/5 tahun
= Rp. 15.000.000,-
Jurnal setiap akhir tahun (31/12) yaitu tahun 2006, 2007, 2008,2009 dan 2010 :
D : Beban Depresiasi-Kendaraan ....... Rp.15.000.000,-
K : Akumulasi Depresiasi--Kendaraan ...................... Rp. 15.000.000,-

Ilustrasi : PEMBELIAN TAHUN BERJALAN
Mesin dibeli tanggal 20/5/2007 seharga Rp. 52.000.000 dengan umur ekonomis 4 tahun, nilai sisa Rp. 4.000.000
Depresiasi 2007 = 7/12 x ( 52.000.000-4.000.000)/4 tahun
= Rp. 7.000.000,-
Jurnal pada tanggal 31/12/2007 : selama 7 bulan
D : Beban Depresiasi-Mobil ........Rp. 7.000.000,-
K : Akumulasi Depresiasi-Mobil ........................Rp. 7.000.000,-
Jurnal pada tanggal 31/12/2008, 2009, 2010
D : Beban Depresiasi-Mobil ........ Rp. 12.000.000,-
K : Akumulasi Depresiasi-Mobil.......................... Rp. 12.000.000,-
Jurnal pada tanggal 31/5/2011
D : Beban Depresiasi-Mobil .........Rp. 5.000.000,-
K : Akumulasi Depresiasi-Mobil ........................ Rp. 5.000.000,-


Deplesi merupakan istilah lain dari penyusutan atau amortisasi. Deplesi digunakan khusus untuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, misalnya bijih besi, hasil tambang, kayu hutan dsbnya.

Deplesi dihitung dengan tarif deplesi yang diperoleh dari Beban yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak penambangan dibagi estimasi hasil yang akan diperoleh.

Ilustrasi 1 :

PT Andalan Tambang memperoleh hak penambangan sebesar Rp. 500.000.000.000,- Estimasi hasil yang terkandung didalamnya sebesar 1.000.000 ton bahan tambang. Tahun pertama berhasil ditambang sebesar 26.500 ton, maka Jurnal Deplesi yang dilakukan akhir tahun pertama adalah :

D : Beban Deplesi=== Rp. 13.250.000.000,-
K : Akumulasi Deplesi====== Rp. 13.250.000.000,-

Keterangan:

Besarnya deplesi tergantung pada jumlah ton yang berhasil ditambang.


Rabu, 13 November 2013

Rate Of Return

Rate of Return

DEFINISI
Rate of return adalah tingkat pengembalian atau tingkat bunga yang diterima investor atas investasi yang tidak di amortisasikan.
untuk menghitung tingkat pengembalian atas investasi. kita harus mengkonversi berbagai konsekuensi dari investasi ke dalam cash flow. maka kita akan memecahkan cash flow untuk nilai yang tidak diketahui tersebut. yang tingkat pengembalian dalam lima bentuk persamaan cash flow yaitu:
1. PW of benefits – PW of cost = 0
2. PW of benefits/PW of cost = 1
3. Net Present Worth =0
4. EUAB – EUAC =0
5. PW of Cost = PW of benefits
Pengertian rate of return dapat dilihat dari 2 sisi. Dari pihak investor, tinggi rendahnya tingkat laba yang disyaratkan merupakan pencerminan oleh tingkat resiko aktiva yang dimiliki dan struktur modal serta faktor lain seperti manajemen. Sedangkan di pihak perusahaan, tingkat laba yang diminta. Merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal dari pemegang saham secara umum bahwa resiko perusahaan yang tinggi berakibat bahwa tingkat keuntungan yang diminta oleh investor juga tinggi dan biaya modal / juga tinggi. Tinggi rendahnya tingkat keuntungan yang diminta dipengaruhi oleh tingkat keuntungan bebas resiko (risk free rate) (Rf) dan risk premium untuk mengkompensasikan resiko yang melekat pada surat berharga itu. Rp = Rf + risk premium.
EXPECTED RATE OF RETURN
Rp = tingkat keuntungan yang diminta. Rp dipengaruhi oleh 2 faktor (1) tingkat inflasi yang diharapkan (2) demand&suppy dana 2 faktor tersebut sangat mempengaruhi return pada surat berharga bebas resiko & Required rate of return bagi semua surat berharga juga akan dipengaruhi oleh risk free. Bagi surat berharga yang spesifik terdapat 4 komponen resiko yang menentukan risk premium : (1) Bussiness risk ditentukan oleh variabilitas laba sebelum bunga & pajak (EBIT), (2) Financial risk, ditunjukkan variabilitas laba per lembar (EPS) , (3) Marketability risk, menunjukkan kemampuan investasi untuk membeli & menjual surat berharga perusahan, (4) interest rate risk, menunjukkan variabilitas tingkat keutungan atas surat berharga.
2. Metode “Internal Rate of Return”
Metode ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai sekarang biaya proyek atau sama dengan tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol.
RUMUS!
Apabila Ao adalah investasi pada periode 0 dan A1 sampai An adalah aliran bersih dari periode 1 sampai n, maka metode IRR semata mata mencari discount factor yang menyamakan A0 dengan A1 sampai An
Penerimaan atau penolakan usulan investasi ini adalah dengan membandingkan IRR dengan tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return). Apabila IRR lebih besar dari pada tingkat bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima, apabila lebih kecil diterima.
Kelemahan secara mendasar menurut teori memang hampir tidak ada, namun dalam praktek penghitungan untuk menentukan IRR tersebut masih memerlukan penghitungan NPV
Internal Rate of Return (IRR)
Ukuran kedua yang sering digunakan dalam analisis manfaat finansial adalah internal rate of return (IRR) atau tingkat pengembaliandari investasi. IRR menunjukan tingkat discount rate atau tingkat keuntungan dari investasi yang menghasilkan NPV sama dengan nol.
Untuk mengitung IRR digunakan rumus sebagai berikut:
RUMUS
Kriteria penilain digunakan tingkat bunga bank. Jadi, jika IRR ??tingkat bunga bank, maka usaha yang direncanakan atau yang diusulan layak untuk dilaksanakan, dan jika sebaliknya usaha yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan.
Internal Rate of Return (IRR)
Teknik perhitungan dengan IRR banyak digunakan dalam suatu analisis investasi, namun relatif sulit untuk ditentukan karena untuk mendapatkan nilai yang akan dihitung diperlukan suatu ‘trial and error’ hingga pada akhirnya diperoleh tingkat bunga yang akan menyebabkan NPV sama dengan nol. IRR dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan menyamakan present value cash inflow dengan jumlah initial investment dari proyek yang sedang dinilai.
Dengan kata lain, IRR adalah tingkat bunga yang akan menyebabkan NPV sama dengan nol, karena present value cash inflow pada tingkat bunga tersebut akan sama dengan initial investment. Suatu usulan proyek investasi akan ditetima jika IRR > cost of capital dan akan ditolak jika IRR <>= Cost of Capital maka : Proyek dipertimbangkan diterima.
KEGUNAAN DAN PERHITUNGANNYA
INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
Metode ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai  sekarang biaya proyek atau sama dengan tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol.
IRR yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar dari pada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain). IRR digunakan dalam menentukan apakah investasi dilaksanakan atau tidak, untuk itu biasanya digunakan acuan bahwa investasi yang dilakukan harus lebih tinggi dari Minimum acceptable rate of return atau Minimum atractive rate of return (MARR) . MARR adalah laju pengembalian minimum dari suatu investasi yang berani dilakukan oleh seorang investor.
Dengan rumus umum sebagai berikut :
Penerimaan atau penolakan usulan investasi ini adalah dengan membandingkan IRR dengan tingkat bunga yang disyaratkan (required rate of return). Apabila IRR lebih besar dari pada tingkat bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima, apabila lebih kecil diterima.
IRR adalah nilai discount rate i yang membuat NPV dari proyek sama dengan nol. Discount rate yang dipakai untuk mencari present value dari suatu benefit/biaya harus senilai dengan opportunity cost of capital seperti terlihat dari sudut pandangan si penilai proyek. Konsep dasar opportunity cost pada hakikatnya merupakan pengorbanan yang diberikan sebagai alternatif terbaik untuk dapat memperoleh sesuatu hasil dan manfaat atau dapat pula menyatakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya.

  http://mazterchez.blogspot.com/2009/12/rate-of-return.html